Tragedi 1996 membuka emosi pemain, Inggris Vs Jerman Selasa malam

  • Whatsapp
Timnas Jerman saat melakukan selebrasi.(ist)(net/ sepakbola.website)

London, sepakbola.website – Selasa (29/6/21) malam pukul 23.00 WIB tragedi 1996 menjadi ulangan Jerman yang juga menyingkirkan Inggris dari Piala Dunia 1990 lewat adu penalti. Dua puluh tahun kemudian dalam Piala Dunia 2010 gol Inggris dianulir sehingga Jerman kembali menang.

Bekas luka yang sulit dilupakan, maka tak heran pertandingan 16 besar Euro 2020 di Wembley, London pada Selasa malam ini membuka emosi para pemain.

Bacaan Lainnya

Southgate tetap berusaha melupakannya, apalagi saat tragedi Euro 96 itu 12 anggota skuad Inggris belumlah lahir.

“Tak terpikir ke masa lalu, yang sudah terjadi, terjadilah, satu-satunya hal yang bisa kami lakukan adalah sekarang ini,” kata pemain sayap Inggris Raheem Sterling seperti dikutip Reuters.

Southgate memang pernah mengajak skuadnya menonton rekaman semifinal Euro 1996 itu.

“Memang tak mengenakkan bagi dia tapi itu bagus-bagus saja anda mendapatkan pengalaman dari pelatih Anda,” kata gelandang Inggris Kalvin Phillips.

Thomas Muller mungkin yang paling ngebet, karena Muller mencetak dua gol ke gawang Inggris dalam semifinal Piala Dunia 2014 saat Jerman menang 4-1. Tetapi pemain yang memperkuat lagi Jerman dalam Euro 2020 ini malah enggan terbawa suasana nostalgia.

“Itu tak ada hubungannya dengan pertandingan Selasa ini,” kata Mueller sembari mengatakan saya tak mau terikat oleh romantisme masa lalu.

Skuad Jerman pada Euro 2020 ini berhubungan dekat sekali dengan Inggris karena enam pemain mereka adalah pemain Liga Inggris juga, termasuk duo Chelsea, Kai Havertz dan Timo Werner.

Bahkan pemain remaja Jamal Musiala pernah membela tim junior Inggris.

Sedangkan di Inggris ada Jadon Sancho yang bermain untuk Borussia Dortmund yang berharap dimainkan oleh Southgate setelah hanya menjadi pemain pengganti saat melawan Ceko. “Akan saya perlihatkan kepada semua orang, apa yang saya bisa. Saya mengenal banyak pemain Jerman. Saya menghadapi mereka setiap pekan,” ucap Sancho.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *