Janne Andersson lebih khawatirkan kondisi timnya, ketimbang lawan

  • Whatsapp
Pelatih Swedia Janne Andersson saat teriaki pemainnya di lapangan.(ist)(net/ sepakbola.website)

Scotlandia,sepakbola.website -Pertandingan 16 Besar antara Ukraina dan Swedia yang digelar di Hampden Park, Glasgow, Skotlandia, Rabu (29/6/21) dini hari pukul 02.00 WIB adalah yang kedua bagi kedua tim dalam level kompetitif setelah Euro 2012.

Edisi 2012 itu, Ukraina mencatat poin dan kemenangan pertama dalam putaran final Euro.

Bacaan Lainnya

Saat itu pelatih Andriy Shevchenko mencetak dua gol. Membagikan kiat bagaimana menaklukkan Swedia, Shevchenko mendesak pemain-pemainnya agar mencari cara mengatasi supremasi duet udara dengan pemain-pemain Swedia.

Hal itu salah satu hal yang digarisbawahi Shevchenko sebagai pembekalan menghadapi Swedia.

Sementara, pelatih Swedia, Janne Andersson justru dipusingkan dalam memilih pemain mana yang lebih dulu diturunkan.

Membuat Andersson putar otak dipusingkan untuk menentukan opsi sebagai penyerang.
Lini depan dia memiliki Alexander Isak, Marcus Berg, Emil Forsberg, Robin Quaison, Dejan Kulusevski dan Viktor Claesson.

Seperti dikutip Reuters dari pengakuan Swedia sepertinya lebih mengkhawatirkan kondisi di dalam timnya dan suasana lapangan nanti, ketimbang lawan yang mereka hadapi dalam 16 besar Euro 2020 ini.

Sedangkan kubu Ukraina di mana pelatih Andriy Shevchenko malah mewaspadai superioritas fisik pemain-pemain Swedia yang ahli dalam bola-bola atas. pemain-pemain Ukraina, sebut Shevchenko harus mencari cara atau bersiap lebih baik lagi dalam mengatasi pertarungan memperebutkan bola atas.

Jika Ukraina mengandalkan gol dari proses serang yang matang yang membuatnya memperoleh empat gol dari Andriy Yarmolenko dan Roman Yaremchuk, maka lawannya justru mengandalkan umpan-umpan jauh dalam upaya menciptakan gol.

Duet serangan Swedia Robin Quaison dan Alexander Isak selalu mendapatkan dukungan optimal dari kedua saya, Emil Forsberg dan Sebastian Larsson.

“Saya ingin merusak formasi serang Swedia dengan mendesak bek-beknya mengendalikan secara penuh wilayah pertahanannya, dan tetap mewaspadai set piece karena Swedia memanfaatkan betul situasi itu” ujar Shevchenko.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *