Cristiano Ronaldo, Sang Legenda Yang Membuktikan Dirinya Belum Habis

  • Whatsapp
Cristiano Ronaldo membuktikan dirinya belum habis. Dua gol ke gawang Prancis di Budapest Arena menegaskan peran krusialnya di tim Portugal.(UEFA). (net/ sepakbola.website)

Budapest, sepakbola.website – “Tidak setiap legenda adalah mitos, beberapa adalah daging dan darah. Legenda tidak dilahirkan, mereka dibangun. Legenda terbuat dari besi & keringat, pikiran & otot, darah, visi & kemenangan. ”

Bacaan Lainnya

Kalimat itu datang dari Arnold Schwarzenegger yang sangat mencerminkan seorang Cristiano Ronaldo.

Cristiano adalah manusia yg tak diinginkan, bahkan saat dia masih di dalam kandungan. Ibu dan ayahnya tak menginginkan anak lagi karena sudah memiliki tiga anak. Saat sekolah dia sering dibully yang membuat emosinya sering tak terkendali. Puncaknya dia dikeluarkan dari sekolah karena melempar gurunya dengan kursi.

Cerita tak jauh berbeda saat dia bermain sepakbola. Cristiano dibully karena aksen ‘kampungnya’ yg terbawa saat dia berbicara. Dia juga pernah berkata bahwa dia akan menjadi pemain terbaik di dunia. Hanya tertawaan teman-temannya yg memenuhi lapangan latihan mereka.

Sejak saat itu dia terlecut dan menjadikan itu semua cambuk untuk membuat dirinya menjadi yg terbaik. Dia terus latihan dan mampu masuk ke tim junior Sporting Lisbon, klub besar dari Portugal. Hingga akhirnya jalan terang hadir saat ia menjadi primadona bagi publik Manchester dan Madrid. Berbagai tropi ia persembahkan bagi dua klub tersebut, sebelum memulai petualangan baru bersama Juventus.

Di level Timnas, Ronaldo membawa Portugal merengkuh Euro pada tahun 2016 lalu. Nama besar dan kepemimpinannya kembali diandalkan Portugal pada Euro 2020 tahun ini. Sebagai juara bertahan, mereka mengangkat beban besar untuk mempertahankan gelarnya dengan berada di grup neraka bersama Hungaria, Jerman dan Prancis.

Pertandingan pertama mereka bertemu dengan Hungaria. Terlihat gugup di hampir seluruh jalannya pertandingan, Cristiano Ronaldo, sang kapten terus melecut semangat teman-temannya. Alhasil kebuntuan itu pecah 7 menit sebelum pertandingan berakhir. Raphael Guerreiro menendang bola dan terkena kaki bek lawan lalu bola berbelok ke tiang jauh. Gol-pun terjadi yang meruntuhkan semangat pemain Hungaria. Setelahnya Cristiano mencetak gol kedua dan ketiga timnya. Sambil memeluk semua teman-temannya, Si Besi yang sudah ditempa jutaan pukulan ini semakin menegaskan betapa krusial dirinya.

Di laga kedua melawan Jerman, Ronaldo kembali menunjukkan taji. Satu gol dan satu assist ia persembahkan ke gawang Der Panzer. Sayang, usaha Ronaldo tidak mampu membuat Jerman menangis. Portugal harus mengakui keunggulan sang lawan dengan skor 2-4.

Tapi asa tidak terhenti sampai disitu.asih ada harapan untuk lolos ke babak 16 besar, dengan syarat Ronaldo harus memimpin rekan-rekannya mengatasi Prancis yang bertabur pemain bintang.

Sekali lagi Ronaldo menjawab tantangan itu dengan elegan. Ia memborong dua gol yang membuat Portugal mengimbangi Prancis. Duel Portugal vs Prancis berkesudahan tanpa pemenang usai sama kuat 2-2. Hasil ini memastikan kelolosan Portugal, sedangkan Prancis menjadi juara Grup F.

Dua gol Ronaldo memang gagal membawa Portugal menang, tapi kedua golnya begitu krusial. Berkat dua gol Ronaldo ini Portugal bisa menghindari kekalahan untuk lolos ke babak 16 besar.

Menariknya, kedua gol Ronaldo datang dari titik putih. Ini juga membuktikan bahwa Portugal masih sangat membutuhkan tenaga Ronaldo.

Ronaldo membuat total 5 tembakan, 43 sentuhan, 77% umpan sukses, menang 2 duel udara. Whoscored memberinya rating 7,5, tertinggi kedua di antara pemain lain dalam pertandingan ini.

Tak sekadar menyelamatkan wajah Selecao, Ronaldo juga membuahkan prestasi baru. Lesakkan ke gawang Prancis membuat koleksi gol CR7 untuk Portugal menjadi 109 buah, menyamai raihan Ali Daei.

Ali Daei membutuhkan 149 pertandingan bareng Iran untuk menyabet predikat pemain tersubur di level timnas. Sementara itu, laga yang dilalui Ronaldo buat menyentuh 109 gol lebih banyak, yakni 178.

Selanjutnya, Magis Ronaldo kembali dinantikan saat Portugal bersua Belgia pada babak 16 besar, Minggu (27/6/2021) mendatang. Mampukah bocah Madeira itu membawa Portugal melangkah lebih jauh, sekaligus menegaskan status legendanya?.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *