Asuhan Roberto Mancini tidak terkalahkan dalam 33 pertandingan

  • Whatsapp
Timnas Italia menyongsong jadwal final 2020.(ist)(net/ sepakbola.website)

London, sepakbola.website– Tim asuhan Roberto Mancini tidak terkalahkan dalam 33 pertandingan dan mencapai final setelah menang adu penalti melawan Spanyol.

Hal itu baru penampilan kedua bagi Inggris dalam final turnamen besar. Bagi Italia ini final turnamen besar yang kesepuluh. Bagi pakar, para mantan pemain yang tidak dapat mencapai final Euro atau Piala Dunia dalam karirnya, dan para suporter Inggris yang telah lama menderita, kegembiraan itu terlihat jelas pada akhir penantian 55 tahun.

Bacaan Lainnya

Tetapi salah satu jargon yang paling sering digunakan manajer Inggris Gareth Southgate dalam turnamen ini adalah agar timnya “membuat sejarahnya sendiri” dan tidak menanggung beban masa lalu.

Pendekatan tersebut sejauh ini berhasil setelah Inggris menghindari jebakan dari begitu banyak kampanye lainnya, dengan mengalahkan seteru lama Jerman pada 16 besar dan sama sekali tidak gugup bahkan ketika tertinggal lebih dulu oleh Denmark dan kemudian memasuki perpanjangan waktu.

Southgate kembali menyuntikkan fokus. Final harus dimenangkan. “Kami harus berkumpul kembali, mempersiapkan diri dengan baik, dan memulihkan diri karena banyak menguras emosi dan fisik.

Sementara, Italia juga mengalaminya. Mereka memiliki satu hari ekstra untuk pulih,” “Italia adalah tim yang bagus sekali, saya sudah menganggap itu dalam beberapa tahun terakhir. Mereka telah menunjukkan performa yang luar biasa, mereka memiliki para pendekar pertahanan di barisan belakang yang telah melewati segala hal,” ungkapnya.

Southgate menyadari sekali tumpahnya emosi dalam turnamen ini. “Kami memiliki tiga pertandingan yang mengesankan saat ini, dan kami sudah bilang bahwa ingin memberikan kenangan kepada bangsa kami,” dikutip Reuters.

Italia tahu semua soal itu, mereka kalah dalam dua penampilan finalnya dalam Euro 2000 dan 2012 tetapi terjepit di antara kedua hal itu adalah sukses mereka dalam menjuarai Piala Dunia 2006.

Setiap suporter Italia bisa mengingat susunan pemain Marcello Lippi yang sukses pada Piala Dunia di Jerman itu, tetapi sedikit yang akan mengingat pemain yang terkalahkan dalam kekalahan pada final Euro.

Penonton 60.000 pada Minggu akan bernuansa Inggris sekali seperti ketika tim ini menjuarai satu-satunya gelar turnamen utamanya, Piala Dunia 1966. Nama-nama dalam tim Inggris yang menjuarai Piala Dunia tak pernah dilupakan.

Tatkala pemain-pemain Inggris terbangun Kamis pagi untuk kembali ke kamp pelatihannya di pedesaan terpencil di St George’s Park, mereka pasti masih merasakan sisa-sisa selebrasi meriah setelah memenangkan semifinal Euro 2020 atas Denmark di Wembley.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *